Senin, 12 April 2010

Visi Misi Stasi Santa Maria Ratu Bayat 2010-2012

Visi dan Misi yang telah dirumuskan sebagai landasan bagi fungsionaris Setasi Bayat untuk melaksanakan rencana program kegiatan masa bhakti 2010-2012 adalah, sebagai berikut :

Visi :
“Umat Allah Setasi Bayat, dengan bimbingan Roh Kudus menjadikan Santa Maria sebagai Ratu agar dapat semakin setia mengikuti Yesus Kristus sebagai paguyuban yang menghadirkan Kerajaan Allah.”

Misi :
1. Membangun Gereja sebagai paguyuban umat beriman yang setia dan berpengharapan dengan habitus baru.
2. Membangun komunitas Gerejawi yang teguh pada iman, partisipatif serta menjadikan Santa Maria sebagai Ratu bagi keluarga-keluarga.

Tri Hari Suci di Gereja Santa Maria Ratu Bayat

Kamis Putih di Gereja Bayat dipimpin oleh Rama Prasetyo. Koor dari lingkungan Fransiskus Xaverius tampil dengan baik sehingga umat semakin kidmat mengikuti misa. Dalam homilinya Rama Pras mengajak umat untuk mau melayani seperti teladan Yesus. Menjadi contoh dalam masyarakat. Tidak boleh menggosip, mencari kejelekan orang lain. Homili cukup panjang, namun karena disampaikan menarik, dan memberikan contoh-contoh yang nyata dengan selingan humor umat tetap perhatian. Rama Pras juga meminta umat untuk mengikuti misa dengan sepenuh hati, misalnya mematikan HP supaya tidak menggangu konsentrasi dalam situasi doa. Rama Pras terkesan saat pembasuhan kaki para murid. Selama beliau menjadi imam, baru di Gereja Bayat kali ini para murid setelah dibasuh menuju umat yang hadir dan membasuh kaki umat itu.

Jumat Agung dipimpin oleh Rama Yanuar. Beliau hadir pukul 14.00, satu jam sebelum misa dimulai dengan harapan dapat menyiapkan diri dan dapat berlatih Pasio. Rama menyayangkan umat di saat itu belum ada satupun yang hadir.

Malam Paskah dipimpin oleh Rama Sulis. Beliau terkesan dengan OMK stasi Bayat yang mau berlatih karawitan jauh-jauh hari sebelumnya untuk mempersiapkan misa malam paskah. OMK putri mau mengunakan kebaya adalah suatu hal yang istimewa dimata Rama Sulis. Di awal homili Rama Sulis mengingatkan kembali arti paskah. Umat juga ditanya tentang misa malam paskah tahun yang lalu. Pada pagi harinya, misa Minggu Paskah petugas koor dari PIA.


Panitia Paskah di Stasi Bayat tahun ini dari lingkungan Santo Yusup telah mempersiapkan diri sehingga semua kegiatan berjalan baik dan lancar. Dalam sambutannya, YB Suyatno selaku ketua panitia mengucapkan selamat paskah kepada Rama di Paroki Wedi dan semua umat di Stasi Bayat pada umumnya. Ucapan terimakasih disampaikan kepada angota panitia dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya Paskah tahun ini. Panitia juga mengungkapkan permohonan maaf apabila masih dirasa ada kekurangan, walaupun telah direncanakan dan dilaksanakan sebaik mungkin.


Pada kesempatan lain Ketua Dewan Stasi Bayat, Bapak Komar Satriyono mengucapkan selamat paskah tahun 2010 kepada semua umat Stasi Bayat. “Semoga dengan kebangkitan Yesus, umat semakin untuk memakai pengorbanan-Nya dengan melibatkan diri dalam hidup mengereja maupun keseharian dengan selalu setia mengikuti Yesus Kristus dalam bimbingan roh kudus serta dalam naungan Santa Perawan Maria Ratu”, demikian harapan beliau dari semangat paskah yang ingin disampaikan melalui Warta Paroki.

Selasa, 02 Februari 2010

Target Dewan Stasi Bayat yang Baru

Setelah tanggal 24 Januari 2010 dilantik oleh Rama Sulis segenap pengurus dewan Stasi Bayat segera bekerja memperbaharui visi misi, membuat program kerja dll. Sebenarya Bapak Komar Satriyono merasa belum pantas untuk menjadi ketua, namun dengan prinsip mau belajar dan berusaha akhirnya beliau bersedia menjadi ketua dewan Stasi Bayat yang baru.

Disela sela rapat pembuatan program kerja dari bidang sarana dan prasarana, pada Minggu 31 Januari yang lalu. Bp Komar dalam perbincangan mengatakan bahwa beliau mempunyai harapan supaya distasi Bayat ada kerjasama, komunikasi antar pengurus stasi dan pengurus lingkungan supaya program yang direncanakan dapat berjalan. Seperti halya sebuah rumah yang butuh pondasi yang kuat, tanpa hal itu mustahil berdiri kokoh. Jika lingkungan mapan maka program stasi akan terdukung. Guna mewujudkan harapan tersebut, maka oleh pengurus stasi dibuatlah rencana pendampingan terhadap lingkungan dalam hal kegiatan bidang administrasi, liturgi, pewartaan.

Di stasi Bayat, akan ada program fisik rehap pagar. Pembenahan administrasi juga diagendakan karena menurut pengurus data penting untuk pengembangan gereja. Bidang pewartaan, dan liturgi juga diharapkan menjalankan tugas semestinya. Pada akhir perbincangan Bp. Komar mengungkapkan impiannya agar Stasi Bayat di kemudian hari menjadi gereja yang hidup, kegiatan tidak monoton, suasana mengembirakan dengan pelayanan pengurus yang mengereja.